Pekalongan, 25 Mei 2026 — Senin pagi yang cerah
menjadi saksi langkah perdana sebuah gerakan kemanusiaan di Kota Batik. Tim Food
Bank Indonesia–Pekalongan resmi memulai aksi penyaluran makanan layak
konsumsi kepada kelompok masyarakat rentan. Sebuah ikhtiar sederhana dengan misi besar: tidak ada makanan terbuang,
tidak ada perut dibiarkan kosong.
Tujuh Relawan,
Satu Misi Kemanusiaan
Sejak pagi, tujuh relawan bergerak dari sekretariat di Jl. Untung Surapati No. 43, Pringrejo, Pekalongan. Mereka adalah Didik Wibowo, Dio Samudra, Yoga Saputra, Sulaeman, Teteh Lia, Safik, dan Riski — anak-anak muda yang dengan sukarela menjadi "tangan perpanjangan" kebaikan dari para donatur kepada penerima manfaat.
Sortasi &
Packing Higienis di Lokasi Donatur
Tim tidak sekadar
mengangkut, melainkan menerapkan SOP ketat: makanan dari donatur disortir,
diperiksa kelayakannya, lalu dikemas ulang secara higienis dalam kotak
bersih dan tertutup rapat. Komitmennya jelas — setiap kotak yang sampai ke
tangan penerima manfaat harus aman, layak, dan menjaga martabat mereka.
25 Kotak untuk
Lansia dan Penghuni RPSBM
Dua titik sasaran
perdana mewakili kelompok paling rentan: rumah lansia dan Rumah
Pelayanan Sosial Bina Manusia (RPSBM), tempat rehabilitasi ODGJ di Kota
Pekalongan. Dari sekitar 50 penerima manfaat, 25 kotak makanan berhasil
dikumpulkan, dikemas, dan didistribusikan — melayani 50% sasaran. Sebuah awal
yang sederhana, namun penuh harapan. Senyum para lansia dan ekspresi tulus
penghuni RPSBM menjadi "bayaran" tak ternilai bagi tim.
Tiga Fase
Pengembangan Food Bank Pekalongan
Pelaksanaan
perdana ini adalah Fase Pertama dari peta jalan besar Food Bank
Indonesia–Pekalongan:
Pendekatan
bertahap ini memastikan tata kelola tumbuh seiring kapasitas tim, donatur, dan
dukungan infrastruktur.
Sinergi Empat
Pilar dan Kemurahan Hati Warga
Hari perdana ini juga ditandai dengan terbangunnya sinergi empat pilar: SPPG, Ormas/LSM, Media, dan Perguruan Tinggi. Sementara dari sisi masyarakat, beberapa keluarga, rumah makan, dan donatur perorangan secara sukarela menyerahkan makanan berlebih mereka — wajah sesungguhnya dari gotong royong sebagai DNA bangsa Indonesia.
Pesan Founder:
Menanam Benih Kebaikan
Founder Food Bank
Indonesia sekaligus Pembina YAKKIN, Prof. Dr. Ahmad Subagyo,
menyampaikan apresiasi mendalam:
"Terima
kasih kepada para relawan dan donatur yang berbagi tenaga, waktu, dan harta
untuk sesama. Kalian sedang menanam benih kebaikan yang akan tumbuh menjadi
pohon harapan bagi banyak orang."
Beliau
menegaskan, kegiatan ini bukan aksi sesaat:
"Pekalongan
adalah kampung halaman kita bersama — bagi yang masih tinggal maupun yang
merantau. Mari kita rawat bersama dengan saling berbagi. Apa yang kita perbuat
hari ini akan kembali kepada kita esok nanti."
Ajakan untuk
Bergabung
Pintu Food Bank
Indonesia–Pekalongan terbuka lebar bagi seluruh warga, baik yang berdomisili di
kota maupun perantau. Donasi dapat berupa makanan layak konsumsi, dana
operasional, maupun keterlibatan sebagai relawan.
???? Sekretariat: Gedung Kasuwari
Lantai 2, Jl. Untung
Surapati No. 43, Pringrejo, Pekalongan. www.foodbankindonesia.com
Food Bank
Indonesia–Pekalongan: Dari Pekalongan, Untuk Sesama.
Reportase Hari
Pertama — Senin, 25 Mei 2026.